Sabtu, 21 Mei 2011

Sejarah Khalifah Ali .r.a

Ali bin Abi Thalib memiliki
nama penuh Ali bin Abi Talib
bin Abdul Mutalib bin Hasyim
bin Abdul Manaf, beliau
dilahirkan sepuluh tahun
sebelum Islam lahir, yakni
pada tahun 602 M. Ali
memiliki usia yang jauh lebih
muda dari Rasulullah, yakni
terpaut sekitar 32 tahun di
bawah Rasulullah.
Ali tercatat sebagai
Assabiqunal Awwalun
(golongan orang-orang yang pertama kali
masuk Islam) dari kalangan anak-anak.
Beliau semenjak kecil telah dididik oleh
Rasulullah sehingga tidak tercemari naluri
kejahiliahan. Bersama Zaid bin Haritsah, Ali
diasuh oleh Rasulullah sejak kecil. Mereka
adalah orang-orang yang masuk Islam
setelah Khadijah. Kelak orang yang dididik
dan diasuh Rasulullah ini akan menjadi
sosok khalifah yang menggantikan estafet
perjuangan Rasulullah. Sejarah Khalifah Ali
bin Abi Thalib memberikan pelajaran
penting bagi perwujudan nilai-nilai
persatuan ummat Islam di masa sekarang.
Ali bin Abi Thalib diangkat sebagai khalifah
menggantikan Usman bin Affan sebagai
khalifah ke empat setelah masa kenabian.
Pada awalnya Ali menolak penunjukan
dirinya sebagai khalifah, namun karena
kondisi yang mendesak, Ali akhirnya
menerima amanah sebagai khalifah. Beliau
pun dibaiat di Masjid Nabawi. Sosok
Khalifah Ali bin Abi Thalib adalah sosok
yang paling menonjol dari segi keilmuan.
Pada saat usia kanak-kanak, beliau telah
berani menantang para pemimpin Quraisy
yang mencemooh Rasulullah. Hingga
kemudian Rasulullah berkata. “Jika aku
adalah bangunan ilmu, maka Ali adalah
pintu gerbangnya. ” Demikianlah
perumpamaan yang disampaikan
Rasulullah terhadap kemampuan Ali dalam
hal ilmu pengetahuan. Sebelum
menorehkan kisah sejarah Khalifah Ali bin
Abi Thalib telah membuktikan perjuangan
dan sikap pembelaannya pada Islam.
Diantaranya adalah pada saat beliau
menggantikan posisi Nabi yang berhijrah
ke Madinah. Ali menggantikan posisi
Rasulullah yang sedang tidur dengan
menggunakan jubah yang dipakai oleh
Rasulullah. Ini adalah hal yang sangat
berbahaya, dan tidak mungkin dilakukan
tanpa landasan cinta dan dan nilai
perjuangan seseorang kepada Islam.
Menggantikan posisi Rasulullah tersebut
sama artinya siap menanggung resiko
dibunuh oleh kaum kafir Quraisy.
Ali juga sosok yang segani di medan
pertempuran, seperti pada perang Uhud,
Badar dan Khandak. Rasulullah menikahkan
Ali dengan putrinya Fatimah Az-Zahra.
Kisah cinta Ali dan Fatimah memiliki
keunikan tersendiri. Inilah sejarah yang
membuktikan betapa Rasulullah telah
mengajarkan prilaku yang arif dalam
mempertemukan cinta antara putrinya
dengan Ali. Kisah cinta inilah yang
seharusnya menjadi landasan jalan cinta
para pejuang dakwah Islam hari ini. Ali
mendapat julukan Karamallahu Wajhah
yakni wajah yang dimuliakan.
Ali bin Abi Thalib dan Kekhalifahannya
Sejarah Khalifah Ali bin Abi Thalib adalah
sejarah terakhir masa kekhalifahan ummat
Islam dalam sejarah setelah masa
kenabian. Pada saat diangkat menjadi
khalifah, mewarisi kondisi yang sedang
kacau. Ketegangang politik terjadi akibat
pembunuhan atas Khalifah Usman bin
Affan. Seluruh jabatan gubernur saat itu
hampir seluruhnya diduduki oleh keluarga
Umayyah. Para gubernur ini menuntut Ali
untuk mengadili pembunuh Usman.
Tuntutan yang sama juga dilakukan oleh
Aisyah, dan Zubair dan Thalhah. Zubair dan
Thalhah juga termasuk ke dalam dua orang
yang pertama masuk Islam, sama seperti
Ali. Kondisi ini sangat mempersulit Ali
dalam menjalankan pemerintahan, juga
untuk menyelesaikan kasus pembunuhan
Usman. Ali pun melakukan pemecatan
terhadap beberapa pejabat yang berasal
dari keluarga Usman, dan mengambil tanah
yang telah dibagikan Usman kepada
keluarga-keluarganya. Hal ini memicu
kebencian dan tuduhan dari keluarga
Usman bahwa Ali terlibat dalam kasus
pembunuhan Usman.
Dalam Sejarah Khalifah Ali bin Abi Thalib,
tercatat beberapa macam pertempuran
yang terjadi di kalangan ummat Islam,
diantaranya; perang Jamal, perang Shiffin.
Akibat perpecahan di tubuh ummat Islam
kala itu, berakhirlah masa kekhalifahan
Islam sebagai model kepemimpinan dalam
Islam. Ali sendiri terbunuh ketika hendak
pulang dari Masjid, beliau diserang
menggunakan pedang. Dua hari berikutnya
Ali terbunuh, yakni bertepatan dengan
Ramadhan 40 Hijrah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar